MADIUN — Pemkot Madiun terus mematangkan konsep penataan sejumlah ruang publik dan kawasan strategis di Kota Madiun. Hal tersebut dibahas Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat memimpin paparan konsep desain dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Selasa (15/9), di lantai 4 Gedung Bersama.
Dalam paparan tersebut, sejumlah lokasi menjadi perhatian, di antaranya Menara Balai Kota, landmark Tugu UKS, kawasan Stadion Wilis, Jalan Kemiri, Alun-Alun Madiun, hingga Bundaran Serayu. Plt Wali Kota meminta sejumlah konsep desain dikaji kembali, terutama untuk memperkuat identitas serta fungsi ruang publik.
Untuk Tugu UKS, misalnya, konsep yang ada dinilai masih perlu diperkuat dari sisi identitas. Karena itu, desain landmark tersebut akan dirancang ulang dan ditargetkan untuk pelaksanaan tahun depan. Proses perencanaannya saat ini terus dikebut agar dapat segera dimatangkan.
Sementara kawasan Stadion Wilis mendapat sejumlah catatan dan revisi. Identitas kawasan serta fasad akan diperkuat, termasuk mempertahankan ikon banteng. Penataan parkir juga akan diminimalkan, dengan kendaraan bus tetap dapat masuk, sementara kendaraan lainnya diarahkan parkir di luar kawasan.
“Fokus saya untuk benar-benar orang-orang Kota Madiun yang pengen berolahraga,” ujar Plt Wali Kota Madiun, menegaskan arah penataan kawasan Stadion Wilis agar lebih mendukung aktivitas masyarakat.
Penataan Jalan Kemiri juga menjadi perhatian, khususnya terkait jalur aliran air. Plt Wali Kota meminta jalur tersebut ditelusuri terlebih dahulu hingga menuju sungai utama. Penanganan selanjutnya direncanakan melalui pembenahan dasar saluran dan penggunaan pompa pendorong.
Konsep Alun-Alun Madiun turut diminta disesuaikan dengan fungsi utamanya sebagai ruang publik. Area yang sebelumnya banyak diarahkan untuk olahraga akan diubah menjadi ruang yang lebih terbuka dan ramah keluarga, seperti area duduk, tempat bersantai, playground, dan ruang interaksi warga.
“Fungsi alun-alun sebagai ruang untuk warga itu yang lebih diutamakan. Sehingga ruang-ruang untuk keluarga kumpul, terbuka itu yang lebih diutamakan,” tegasnya.
Selain itu, desain aviari akan disesuaikan agar tidak terlalu besar, sementara konsep ikon kereta api juga akan dikaji kembali. Desain Bundaran Serayu yang sudah sekitar dua tahun juga akan diperbarui. Secara keseluruhan, penataan diarahkan agar ruang publik Kota Madiun semakin fungsional dan dapat dinikmati masyarakat.
(rams/kus/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun